Ilmu dan amal

September 27, 2009

Tatkala sedang mengemas kini folder dalam laptop, terlihat satu file nama yang menarik. Di dalamnya terkandung satu ungkapan dari Ibnu Qayyim. Ungkapan yang bagi saya sendiri sangat menyentap hati dan semangat untuk terus beramal agar ilmu terus subur dan bertambah. Ungkapan yang ringkas yang wajar untuk setiap dari kita renung-renungkan:

“Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi…dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita”.(Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah)

Moga-moga kita terus menjadi golongan amilin dalam menjadi batu-bata Islam yang kuat.

Sahabatku, izikan saya berbicara dan menuturkan beberapa kisah untukmu.. untuk kau merenung, dan bercita-cita, kerana impian adalah titik mula kepada segalanya.

Umar pernah bercita-cita, mengimpikan para pemuda. Anda tahukan, yang Mu’adz ibn Jabal seorang faqih yang diutus oleh Rasul ke Yaman? Ketika itu usianya masih muda. Begitu juga dengan Salim: ia termasuk salah seorang perawi hadis. Usianya juga masih muda. Dalam sejarah Islam juga dikenal Muhammad Al-Fatih, pembebas kota Konstantinopel. Saat itu usianya tidak lebih dari 22 tahun.

Sahabatku sayang,

Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang zuhud, senang beribadah dan berjihad, suatu kali pernah berkata. Read the rest of this entry »

Bal hum adhol

September 7, 2009

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raaf:179)

Adakah manusia yang menyambutnya?

Adakah manusia menunaikannya?..

Read the rest of this entry »

Dialog orang soleh

September 5, 2009

Sahabatku,

Dialog yang terjadi dengan orang-orang soleh, selalu penuh nasihat dan bahkan sindiran yang begitu kuat menancap di hati. Seperti pertanyaan yang pernah diajukan seorang soleh bernama Muhammad bin Wasi ’rahimahullah kepada orang-orang di sekelilingnya, “Apakah kamu hairan, jika kamu melihat seseorang menangis di syurga?” Orang-orang yang berada di sekitar Muhammad bin Wasi ’ menjawab pasti, “Tentu saja kami hairan wahai Syaikh.” Lalu Muhammad bin Wasi ’ mengatakan, “Seharusnya kita lebih hairan apabila melihat seseorang yang masih hidup di dunia, tertawa terbahak, sementara ia belum tahu bagaimana akhir perjalanannya di akhirat kelak….” Kita, begitu memerlukan dialog-dialog seperti ini. Dialog yang keluar dari lisan seorang soleh, dan langsung menyentak kesedaran. Muhammad bin Wasi ’rahimahullah yang mengucapkan nasihat begitu menusuk hati tadi, adalah seorang salafusoleh di zaman Tabi ’in yang terkenal kerana doa-doanya sering dikabulkan Allah swt. Ucapannya tadi, Read the rest of this entry »