SharingIsCaring

July 26, 2008

Bertemu lagi di saat ini,  tika Allah masih memberi kekuatan kepada jemariku untuk menari di atas papan kekunci. Sekadar coretan buat teman yang mengenali diri pada hari yang ku rasakan sangat bahagia kerana melihat satu persatu sinar mentari yang dahulu nya mungkin gerhana kini sudah menampakkan cahaya nya. Setiap insan yang baru ku kenali telah mula membangun potensi diri masing-masing yang sememangnya telah di anugerahi ALLAH. Moga ia nya akan terus utuh di atas KEAKRABAN ini. Teringat kenangan lampau di saat menjadi freshie di bumi kangaroo ini yang hanya mampu tergambarkan dalam bait-bait berikut:

 

Selama ku tempuhi ranjaunan ini

Tika keazaman kehabisan citanya

Bisakah manusia mencabar takdirnya

Ketentuan Ilahi makroba duniawi?

 

Dikala aku didalam keresahan

Kau muncul memberikan ku pengharapan

Bagai permata yang hadir diribanya

Mencipta nilai sebuah keakraban..

 

Pada mu tuhan kupanjatkan doa

Moga diberikan petunjuk dan hidayah

Untuk meneruskan perjuangan yang suci

Menegakkan kalimah Allah yang mulia?

 

Syukur ku hanya untukmu ya Allah

Dipertemukan sebuah persahabatan,

Nilai ukhwah dan kemesraan,

Terjalin dilandasan keimanan?

 

Kini, tibalah giliran mereka pula….

 

 

Selamat datang duhai kawanku, selamat datang di kampung yang baru

Hari ini kita bertemu dalam ukhuwah yang berpadu

Setelah lama kita bersama di dalam perjuangan ini

Semoga kasih bersemi kembali dalam naungan cinta Ilahi

Mari kita kokohkan kembali barisan para mujahid yang sejati

 

Karena Allah kita bertemu, relakanlah bila nanti kita akan berpisah

Semoga hati kita akan bertemu kembali

 

Karena akhir masa hanyalah dua, satu di antaranya tempat kita

Kelak ke surga dambaan kita atau ke neraka tempat segala siksa

 

Karena Allah kita bertemu, karena Allah kita berpisah

Karena Allah-lah hati kita berpadu menjadi satu

Engkaulah teman sehatiku

Terkadang masih ada yang meragui keakraban ini. Mengapa aku terlalu baik hati, ada udang di sebalik batukah? Namun biarku jawab, semua yang dilakukan ini adalah kerana ‘care’ ku terhadap semua yang berada di sekelilingku. SHARING IS CARING. Moga ukhwah yang terjalin terus mekar berkembang. Buat semua, jadilah orang yang mengejut manusia dari lena agar tidak karam ke lautan kegelapan (Sesiapa yang ke BBQ hari ni bakal mengerti).

 

Wallahu ‘alam

MariMenjadiSepertiLebah

July 21, 2008

Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya) .” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)
 
Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peranan dan tugas apa pun yang dia pikul akan selalu membawa manfaat dan maslahat(kebaikan) bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”
 
 
Untuk menjadikan kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera sangat memerlukann manusia-manusia seperti itu. Dalam keadaan apa sekalipun, dia akan membuat yang terbaik; apa pun peranan dan tugas yang diberikannya, dia akan menjadi manusia dan keadaan di sekelilingnya menjadi bahagia dan sejahtera.
Maka, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah.
 
Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)
Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin, contohnya seperti ini:
Hinggap di tempat yang bersih dan menghirup apa hanya yang bersih sahaja.
 
 
Lebah hanya hinggap di tempat-tempat terpilih sahaja. Lebah sangat jauh berbeza dengan lalat. Lalat sangat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih yang mengandungi bahan madu atau nektar.
Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:
 
Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)
 
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)
 
Mengeluarkan yang bersih.
Siapa yang tidak tahu madu lebah. Semuanya tahu bahawa madu mempunyai khasiat yang banyak untuk kesihatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Lebah sangat kaya dengan kebaikan,sedangkan dari organ tubuh pada binatang lain, mereka hanya mengeluarkan sesuatu yang menjijikan.
Begitu juga seorang mukmin, kita haruslah  menjadi manusia yang produktif dengan kebaikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan (khair), supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)
 
Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.
 
 
Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.
Tidak pernah merosakkan
Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merosak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan kerosakan dalam apa-apa hal sekalipun: baik secara fizikal mahupun tidak.. Bahkan dia melakukan pembaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu.
Bekerja keras
Lebah adalah pekerja yang bekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)
Kerja keras dan semangat pantang berundur itu lebih-lebih lagi dituntut lagi dalam menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang ramai manusia yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya rugi dalam menegakkan keadilan.
 
 
Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan
Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

Lebah tidak pernah memulakan serangan. Ia akan menyerang hanya manakala apabila terasa diganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.
Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. Allahu a’lam

Salam alaik, sudah lama blog ini ditinggalkan…mungkin ini entry yg ringkas mengenang winter trip yg lepas. Memang sgt best…seronok sangat especially bile tgk balik epilog2 yg terakam..hehe..tambah best bile abis winter, ramai bercakap tentang turning point…so, di sini saya tujukan sekeping kata-kata buat semua yang di temui sepanjang winter lepas:

Telah kupetik setangkai bunga di dalam dunia ini

Sebagai penghias yang mulia dan mewangi

Fithrahmu membawa ketenangan, memberikan kedamaian

Fithrahmu membawa ketentraman, memberikan kesejukan

Oh Tuhan, kutelah penuhi sebuah janji

 

Cintaku padamu karenaNya

Rinduku padamu karenaNya

Sayangku padamu karenaNya

Hidupku denganmu karenaNya

 

Tuhan, kau telah berikan dia untukku

Tuhan, semaikanlah cinta ini di dalam cintaMu

Oh Tuhanku, ku bersyukur padaMu

 

Duhai sahabatku, mari bersama kita harungi perjalanan hidup ini

Demi menggapai kemuliaan di dalam perjuangan ini

Hidup ini adalah perjuangan yang penuh dengan pengorbanan

Temanilah daku

Temanilah daku

Temanilah daku, duhai sahabatku

 

Di sini kita berkumpul bersama

Mencari arti sebuah kebersamaan

Kita Bersama bersatulah kita

 

Hari-hari yang indah terlewati

Bersama sahabat yang aku cintai

Kita bersama bersatupadulah

 

Pegang erat…Tali ukhuwaaah kita

Janganlah…Kita berpecah belah

Satukanlah kita semua

 

Sahabat…Janganlah kau bersedih

Sahabat…Berdo’alah pada-Nya

Satukanlah kita semua