Gambaran Jiwa
January 17, 2010
Gambaran jiwa yang bersih umpama kupu-kupu yang terbang mengelilingi kilauan dirinya yang terpantul di atas pemukaan tasik:
Betapa seringnya dia melihat bayangan dirinya yang terpantulkan oleh riak air seakan-akan bintang yang berkilauan, sedang permukaan air adalah cakerawalanya.
Dia terbang mengelilinginya, menatapinya dan merindukannya seandainya dapat hinggap padanya.
Akan tetapi hampir sahaja dia binasa tenggelam seandainya tidak segera sedar.
Itulah gambaran jiwa yang beriman, mustahil membodohi dirinya. Jelas sekali perbezaan antara kesesatan dan petunjuk baginya.
Sabar terIndah
January 12, 2010
Renungilah firman ALLAH Taala:
Ertinya:
“Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.” (Al-Ma’arij: 5)
“Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu[846]. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” (An-Nahl:126)
“ Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl:96)
“Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang Read the rest of this entry »
Menjauhi dosa
December 30, 2009
Begitu banyak orang dengan mudah mengaku mereka beriman kepada Allah, namun hakikat keimanan itu hanya terpancar di bibir mulut sahaja atau sekadar ‘niat’ di dalam hati. Tidak tergambar langsung hakikat keimanan dalam lembaran harian mereka. Mari kita sama-sama muhasabah sama ada telah ada manifestasi iman dalam kehidupan kita atau sekadar tinggal manifesto agung yang mungkin kita lakarkan sempena tahun baru hijrah yang lepas.
Salah satu daripada manifestasi iman yang penting ialah menjauhi dosa kerana ia lambang kekukuhan iman. Ia lebih susah dari melakukan kebaikan. Kenapa? Read the rest of this entry »
Pengharapan
December 28, 2009
Terlantar dalam kekusutan umpama tiada harapan
Terlalu banyak kesilapan terlanjur kulakukan
Ku tahu aku selalu terleka
Ku tahu ku tak sempurna lima
Timbul rasa insaf
Tersedar dari godaan dunia
Daku mahu kembali ke jalan yang sebenar
Tekad sedaya upaya agar KAU sudi terima
Read the rest of this entry »
Ilmu dan amal
September 27, 2009
Tatkala sedang mengemas kini folder dalam laptop, terlihat satu file nama yang menarik. Di dalamnya terkandung satu ungkapan dari Ibnu Qayyim. Ungkapan yang bagi saya sendiri sangat menyentap hati dan semangat untuk terus beramal agar ilmu terus subur dan bertambah. Ungkapan yang ringkas yang wajar untuk setiap dari kita renung-renungkan:
“Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi…dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita”.(Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah)
Moga-moga kita terus menjadi golongan amilin dalam menjadi batu-bata Islam yang kuat.
Yang terakhir kalinya untukmu di bumi Kangaroo
September 9, 2009
Sahabatku, izikan saya berbicara dan menuturkan beberapa kisah untukmu.. untuk kau merenung, dan bercita-cita, kerana impian adalah titik mula kepada segalanya.
Umar pernah bercita-cita, mengimpikan para pemuda. Anda tahukan, yang Mu’adz ibn Jabal seorang faqih yang diutus oleh Rasul ke Yaman? Ketika itu usianya masih muda. Begitu juga dengan Salim: ia termasuk salah seorang perawi hadis. Usianya juga masih muda. Dalam sejarah Islam juga dikenal Muhammad Al-Fatih, pembebas kota Konstantinopel. Saat itu usianya tidak lebih dari 22 tahun.
Sahabatku sayang,
Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang zuhud, senang beribadah dan berjihad, suatu kali pernah berkata. Read the rest of this entry »
Bal hum adhol
September 7, 2009
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raaf:179)
Adakah manusia yang menyambutnya?
Adakah manusia menunaikannya?..
Hasbunallah wa ni’mal wakil
August 11, 2009
Tatkala jemari ini menari di papan kekunci, hati mula menghitung hari-hari terakhir di bumi Sydney, walaupun masih belum pasti tarikhnya namun yang pasti kali ini aku pulang tidak kembali lagi atau mungkin datang namun tidak psti bilakah saat itu. Mungkin kali ini tidak ada sebak mengiringi kerana telah ada permata-permata baru yang muncul.
Ya Allah, kurniakan sedikit lagi masa Read the rest of this entry »